spot_img
BerandaBALAPAgung Prio dan Nilna Murni Sabet Gelar Juara BIG Downhill 2026 di...

Agung Prio dan Nilna Murni Sabet Gelar Juara BIG Downhill 2026 di Banyuwangi

Pebalap sepeda gunung Agung Prio Apriliano dan Nilna Murni Ningtyas sukses mengamankan podium tertinggi dalam kejuaraan balap sepeda Banyuwangi Ijen Geopark (BIG) Downhill 2026. Ajang balap sepeda ekstrem bergengsi tersebut berlangsung di arena Gantasan Bike Park, Desa Tamansari, kawasan Ijen Geopark, Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (20/9/2026).

Ajang yang telah mengantongi sertifikasi internasional Class 1 (C1) dari Union Cycliste Internationale (UCI) ini menjadi panggung adu kecepatan dan teknik bagi 214 downhiller nasional maupun internasional. Selain diramaikan pebalap dari berbagai daerah di Indonesia, kejuaraan ini juga diikuti oleh peserta mancanegara dari negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Para peserta diuji kemampuannya di lintasan sepanjang 2.300 meter dengan elevasi mencapai lebih dari 350 meter. Gantasan Bike Park menyajikan berbagai rintangan ekstrem, mulai dari drop, big drop, rock garden, berm, hingga table top yang menuntut ketangkasan serta ketahanan fisik tingkat tinggi.

Di kategori utama Men Elite, Agung Prio Apriliano yang membela Astrindo Racing Team tampil sebagai yang terdepan. Agung mencatatkan waktu terbaik pada sesi final run dengan torehan 3 menit 18,249 detik. Ia berhasil menundukkan persaingan ketat dari Pahraz Salman Alparisi (Underdog PSA) yang menempati posisi kedua dengan waktu 3 menit 20,414 detik, serta Yosi Saputro (YETI Tribe) di posisi ketiga dengan catatan waktu 3 menit 22,120 detik.

“Saya bersyukur karena bisa menjadi juara di BIG Downhill 2026. Padahal, kemarin di sesi seeding run saya sempat mengalami mechanical trouble yaitu pecah ban depan di rock garden. Tidak bisa maksimal saat seeding run tentu memengaruhi mental dan ada tekanan lebih besar. Tapi, kunci kemenangan saya adalah berusaha untuk tetap percaya diri dan lebih antisipatif menambah tekanan angin agar tidak pecah ban lagi,” ujar Agung Prio usai naik podium juara.

Persaingan tak kalah sengit tersaji di kelas Women Elite. Pebalap andalan Spartan Racing Team, Nilna Murni Ningtyas, keluar sebagai juara setelah melahap lintasan kering dan panas dengan catatan waktu 3 menit 48,214 detik. Nilna berhasil mengungguli Milatul Khaqimah dari Nukeproof Axxes Racing Team di posisi kedua dengan waktu 3 menit 49,567 detik, dan Ayu Triya Andriana dari Alaska Squad di posisi ketiga dengan waktu 3 menit 53,159 detik.

“Tadi saya sempat gugup saat final run karena saya start terakhir dan rider-rider lain juga kencang. Tapi, saya sanggup mengendalikan emosi dan fokus dengan strategi sendiri. Lintasan di Gantasan Bike Park tahun ini panjang, jadi tidak hanya mengandalkan skill, tetapi juga menuntut fisik dan settingan sepeda yang tepat. Dari awal target saya memang menjadi juara di sini, alhamdulillah sanggup memenuhinya,” kata Nilna.

Sementara itu pada kategori Men Junior, persaingan ketat memperebutkan gelar juara dimenangi oleh pebalap privateer Dimas Aradhana dengan catatan waktu 3 menit 21,557 detik. Dimas unggul tipis selisih 0,03 detik dari Nazwa Agazani (76Rider DH Squad) yang membukukan waktu 3 menit 21,890 detik. Urutan ketiga ditempati oleh pebalap tuan rumah asal Banyuwangi, Ahmad Nasywa Ridhodin dari Sego Anget Racing Team, dengan torehan waktu 3 menit 23,396 detik.

Inisiator BIG Downhill, H. Munif, menilai penyelenggaraan tahun ini berhasil memenuhi ekspektasi dari segi kualitas kompetisi dan peningkatan standar arena perlombaan. Ia menyebutkan bahwa modifikasi rintangan sengit sengaja dirancang untuk menguji sekaligus mengasah kemampuan para atlet nasional.

“Penyelenggaraan BIG Downhill 2026 diikuti 214 peserta dari 20 kelas. Namun, dari sisi persaingannya tahun ini jauh lebih ketat daripada tahun-tahun sebelumnya, khususnya di kelas prestasi Men Junior, Women Elite, dan Men Elite. Karena memang tingkat kesulitan di Gantasan Bike Park tahun ini kami buat semakin ekstrem dengan rintangan alami dan ataupun buatan seperti rock garden dan big drop. Sehingga dengan peningkatan ini tentunya akan makin menambah kemampuan dari para peserta. Terima kasih setinggi-tingginya kepada semua rider yang terlibat,” ungkap H. Munif di sela-sela perlombaan.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi serta para sponsor yang terus berkomitmen mendorong ekosistem olahraga sepeda gunung di Indonesia agar berdaya saing global.

Senada dengan hal tersebut, Perwakilan 76Rider, Agnes C. Wuisan, menegaskan pentingnya status sertifikasi UCI C1 yang disandang ajang ini dalam mengangkat daya tarik sportainment olahraga ekstrem Indonesia ke tingkat internasional.

“BIG Downhill punya daya tarik yang besar dan menarik minat yang tinggi, tidak hanya buat pegiat downhill tapi juga para penggemar extreme sport yang lebih luas. Dengan kemasan sportainment event yang semakin meningkat, kami berharap BIG Downhill akan memberi kontribusi yang makin signifikan bagi perkembangan ekosistem dan prestasi downhill di Indonesia,” sebut Agnes.

Kejuaraan BIG Downhill 2026 mempertandingkan sebanyak 20 kelas kompetisi, mencakup kategori profesional seperti Men Elite, Women Elite, Men Junior, Men Youth, Men Expert A dan B, hingga Men Sport A dan B, serta kelas tambahan untuk berbagai kelompok umur dan pemula.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru