JAKARTA – Lapangan sepak bola kembali dipenuhi energi dan semangat para pesepak bola putri belia. Berlari mengejar bola, beradu strategi, hingga merayakan gol bersama tim menjadi pemandangan yang mewarnai MilkLife Soccer Challenge (MLSC) Seri 1 2026-2027 di Jakarta Raya dan Yogyakarta.
Bukan sekadar soal menang atau kalah, kompetisi ini memperlihatkan bagaimana para pemain muda semakin berani menunjukkan kemampuan terbaiknya. Dari satu pertandingan ke pertandingan lainnya, perkembangan teknik, kepercayaan diri, hingga kemampuan bermain sebagai tim semakin terlihat.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, mengatakan antusiasme peserta dan dukungan orang tua menjadi energi penting dalam perkembangan sepak bola putri usia dini. Sejak pertama kali digelar pada 2023, MLSC terus melihat munculnya sekolah-sekolah baru yang ikut bersaing dan memberikan warna dalam setiap seri kompetisi.
“Yang menarik dan menurut saya luar biasa adalah dukungan orang tua ke peserta yang bertanding sangat antusias. Di setiap seri, di setiap kota pelaksanaan MLSC, orang tua selalu berperan aktif dan itu penting sekali buat mental para pemain. Selain itu, secara kualitas permainan juga selalu ada perkembangan dari seri-seri sebelumnya sehingga terlihat ekosistem sepak bola putri di Indonesia semakin terbentuk, kompetisinya juga semakin bagus karena muncul sekolah-sekolah baru sebagai pemenang,” ujar Welly.
Permainan Makin Berani, Teknik Makin Matang
Perkembangan kualitas permainan menjadi salah satu hal yang paling mencuri perhatian pada MLSC Seri 1 2026-2027. Para pemain tidak hanya semakin berani membawa bola dan berduel di lapangan, tetapi juga mulai menunjukkan pemahaman permainan yang lebih baik.
Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, melihat peningkatan tersebut dari berbagai aspek permainan, mulai dari teknik dasar hingga kemampuan membaca permainan.
“Melihat pertandingan yang sudah berjalan di MLSC Seri 1 tahun ini, nampak ada sejumlah perkembangan dari kemampuan para peserta. Teknik dasar mereka semakin baik, lebih percaya diri saat menggiring bola, passing-nya semakin terarah, kontrolnya juga semakin bagus. Dan yang penting, mereka mulai mengerti cara bermain sebagai sebuah tim,” ujar Jacksen.
Permainan yang semakin terstruktur tersebut tidak muncul secara instan. Kompetisi yang berlangsung secara berkelanjutan memberikan kesempatan bagi para pemain untuk terus mengasah kemampuan sekaligus mendapatkan pengalaman menghadapi lawan dengan karakter permainan yang berbeda.
Bagi Jacksen, semakin sering anak-anak turun bertanding, semakin banyak pula pengalaman yang mereka dapatkan. Dari situ, mental bertanding, keberanian mengambil keputusan, hingga karakter sebagai pemain sepak bola mulai terbentuk.
Ia pun melihat pembinaan usia dini sebagai bagian penting dari perjalanan panjang sepak bola putri Indonesia.
“Menurut saya, Bakti Olahraga Djarum Foundation telah berhasil membuat sepak bola putri benar-benar menggeliat dan kita sekarang mulai bisa melihat hasil dari proses itu. Kalau kompetisi seperti ini terus berjalan, saya yakin kualitasnya akan terus naik karena turnamen yang kita bangun bukan hanya pertandingan, tetapi kebiasaan dan karakter para atlet untuk bermain sepak bola secara serius sejak dini. Itu yang nantinya menjadi pondasi untuk perkembangan sepak bola putri Indonesia,” tutur Jacksen.
15 Kota, Ribuan Mimpi, Satu Lapangan untuk Berkembang
Memasuki Seri 1 musim 2026-2027, MLSC hadir di 15 kota penyelenggaraan. Format pertandingan tujuh lawan tujuh tanpa aturan offside tetap digunakan untuk KU 10 dan KU 12.
Pada babak penyisihan hingga perempat final, pertandingan berlangsung selama 2 x 10 menit. Sementara laga semifinal dan final dimainkan dengan durasi 2 x 15 menit.
Ada pula penyesuaian pada ukuran lapangan KU 10. Jika sebelumnya menggunakan lapangan berukuran 40 x 24 meter, kini dimensinya disamakan dengan KU 12, yaitu 42 x 26 meter.
Regulasi usia juga diperbarui. KU 10 diperuntukkan bagi peserta kelahiran 1 Juli 2016 hingga 30 Juni 2018, sedangkan KU 12 dapat diikuti pemain kelahiran 1 Juli 2014 hingga 30 Juni 2016.
Tidak kalah menarik, MLSC kembali menghadirkan Festival SenengSoccer KU 8, yang menjadi ruang bagi para pemain paling muda untuk mengenal sepak bola melalui aktivitas yang menyenangkan.
Di Jakarta Raya, Festival SenengSoccer diikuti 76 siswi dari 21 SD dan MI. Sementara di Yogyakarta, 65 peserta dari 19 SD dan MI turut merasakan pengalaman bermain sepak bola bersama.

Gol Demi Gol, Talenta Baru Bermunculan
Persaingan sengit juga melahirkan sejumlah pemain yang tampil produktif sepanjang kompetisi. Di Jakarta Raya, Keenar Inara Alfiyah dari SDN Gedong 03 menjadi pencetak gol terbanyak KU 10 dengan 28 gol. Sementara di KU 12, Gildas Syauqillah dari SDN Cipayung 02 mencetak 14 gol.
Di Yogyakarta, produktivitas gol bahkan tampil lebih mencolok. Alisya Natalia Bandari dari SD Tarakanita Bumijo I menjadi Top Scorer KU 10 dengan torehan 36 gol.
Sementara pada KU 12, persaingan pencetak gol terbanyak berlangsung ketat. Fuanthiffa Husnia Dea Pramita dari SDN Glagah, Khayla Labiba Nasjmi dari SDN Baturetno, dan Putri Selena Humaira Suryawan dari SD Muhammadiyah Sapen sama-sama mengoleksi 12 gol.
Dari sisi tim, SDN Gedong 03 tampil sebagai juara KU 10 Jakarta Raya, sedangkan SDN Cipayung 02 menjadi kampiun KU 12. Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I merebut gelar KU 10, sementara SD Muhammadiyah Sapen menjadi juara KU 12.
Hasil tersebut menjadi gambaran bagaimana persaingan di MLSC semakin terbuka. Sekolah-sekolah baru bermunculan, pemain-pemain baru menunjukkan kemampuan, sementara tim-tim yang sudah berpengalaman terus berusaha mempertahankan performanya.
Pada akhirnya, setiap pertandingan menjadi bagian dari perjalanan panjang para pemain muda untuk berkembang. Ada yang mencetak gol, ada yang melakukan penyelamatan penting, ada yang menjadi pengatur serangan, dan ada pula yang tampil sebagai pemimpin di tengah lapangan.
Semua pengalaman tersebut menjadi bekal berharga. Sebab, dari lapangan-lapangan kecil inilah keberanian untuk bermimpi besar mulai tumbuh.

Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026-2027
KU 10
- Champion: SDN Gedong 03
- Runner-up: UPTD SDN Mampang 1
- Semifinalis: SDN Gedong 10 Pagi & SDN Klender 04
- Top Scorer: Keenar Inara Alfiyah – SDN Gedong 03 (28 gol)
- Best Player: Valencia Ashalyna Prayoga – SDN Gedong 10 Pagi
- Best Goalkeeper: Arsyila Wahyu Qiana – SDN Gedong 03
- Fairplay Team: SDN Lenteng Agung 09
KU 12
- Champion: SDN Cipayung 02
- Runner-up: SDN Kebayoran Lama Selatan 19
- Semifinalis: SDN Kebayoran Lama Utara 13 Pagi & SDN Pondok Kacang Timur 04
- Top Scorer: Gildas Syauqillah – SDN Cipayung 02 (14 gol)
- Best Player: Maura Jihan Athifa – SDN Kebayoran Lama Selatan 19
- Best Goalkeeper: Khanza Aqila Salsabila – SDN Kebayoran Lama Utara 13
- Fairplay Team: SDN Cipinang Muara 19
Daftar Pemenang MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta Seri 1 2026-2027
KU 10
- Champion: SD Tarakanita Bumijo I
- Runner-up: SD Muhammadiyah Sapen
- Semifinalis: SDIT Luqman Al Hakim & SDN Ungaran 1
- Top Scorer: Alisya Natalia Bandari – SD Tarakanita Bumijo I (36 gol)
- Best Player: Gendhis Annara Putri Bazuni – SD Muhammadiyah Sapen
- Best Goalkeeper: Puput Widiana – SDN Ungaran 1
- Fairplay Team: SD Idea Baru
KU 12
- Champion: SD Muhammadiyah Sapen
- Runner-up: SDN Kalasan 1
- Semifinalis: SDN Ungaran 1 & SDN Perumnas Condongcatur
- Top Scorer: Fuanthiffa Husnia Dea Pramita – SDN Glagah (12 gol); Khayla Labiba Nasjmi – SDN Baturetno (12 gol); Putri Selena Humaira Suryawan – SD Muhammadiyah Sapen (12 gol)
- Best Player: Afita Nur Inderasari – SDN Kalasan 1
- Best Goalkeeper: Earlyta Arsyfara Fatiyaturrahma – SDN Kalasan 1
- Fairplay Team: SDN Giwangan

