Liga sepakbola putri U-15 dan U-18 Hydroplus Soccer League akan memulai musim kedua pada Oktober ini. Kompetisi hasil kolaborasi Bakti Olahraga Djarum Foundation dan Hydroplus ini akan diikuti 110 tim sepakbola putri yang bertanding di lima kota penyelengaraan yaitu Jakarta, Bandung, Kudus, Surakarta dan Surabaya.
Program Director Hydroplus Soccer League, Teddy Tjahjono, mengatakan berlanjutnya liga ini semakin memperkuat komitmen Bakti Olahraga Djarum Foundation dalam membangun ekosistem pembinaan sepakbola putri yang berkesinambungan. Dengan adanya pertandingan yang bergulir secara rutin setiap pekan diharapkan dapat menjadi ajang bagi pesepakbola putri mengembangkan kemampuan sekaligus menapaki jenjang karier menuju level profesional.
“Kehadiran Hydroplus Soccer League melengkapi piramida pembinaan sepakbola putri di Tanah Air yang digagas Djarum Foundation. Di lapisan paling dasar, kami memiliki MilkLife Soccer Challenge untuk U-8, KU-10 dan KU-12, lalu HYDROPLUS Soccer League di kategori usia U-15 dan U-18. Dua kompetisi ini dapat mengantarkan pesepakbola putri menapaki jenjang yang lebih tinggi seperti Indonesia Women’s League yang pada akhirnya akan membantu mereka menggapai mimpi menjadi punggawa Timnas Putri Indonesia. Dan di sisi lain, ini akan memperkokoh ekosistem sepakbola putri di Tanah Air,” tutur Teddy.
Guna mewujudkan hal tersebut, HYDROPLUS Soccer League di musim ini menambah kota penyelenggaraan yakni Surakarta karena tingginya antusiasme peserta di wilayah Jawa Tengah. “Sehingga kami membagi Jawa Tengah menjadi dua kota penyelenggaraan, di Kudus dan Surakarta. Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau tim-tim yang bermarkas di area selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta,” Teddy menjelaskan.
Selain itu, demi meningkatkan iklim yang lebih kompetitif dan profesional, HYDROPLUS Soccer League musim ini juga menerapkan sejumlah regulasi baru. Diantaranya ialah ikatan kesepakatan antara tim dan orangtua tentang proses rekrutmen pemain dan benefit yang diterima selama membela tim tersebut di HYDROPLUS Soccer League. Selain itu, layaknya liga profesional, kompetisi ini juga menyediakan jendela transfer pemain di awal dan di pertengahan musim.
“Langkah ini kami susun agar jalannya kompetisi semakin profesional dan para pesepakbola putri juga mulai memiliki gambaran tentang bagaimana industri sepakbola yang sebenarnya. Jadi kami berharap, tidak hanya piawai di lapangan hijau, tetapi mereka juga mulai memahami regulasi dan aturan-aturan dalam dunia sepakbola,” tandas Teddy.
Guna mewujudkan hal tersebut, HYDROPLUS Soccer League di musim ini menambah kota penyelenggaraan yakni Surakarta karena tingginya antusiasme peserta di wilayah Jawa Tengah. “Sehingga kami membagi Jawa Tengah menjadi dua kota penyelenggaraan, di Kudus dan Surakarta. Hal ini juga bertujuan untuk menjangkau tim-tim yang bermarkas di area selatan Pulau Jawa seperti Yogyakarta,” Teddy menjelaskan.
Bergulirnya HYDROPLUS Soccer League musim kedua ini mendapat apresiasi dari para pesepakbola putri. Salah satunya ialah Nafeeza Ayasha Nori. Mengikuti HYDROPLUS Soccer League sejak musim perdana, dara kelahiran 29 Maret 2011 ini kini mulai meretas impian membela Indonesia di panggung internasional. Ia tergabung dalam Timnas Putri di Kualifikasi AFC U-17 2027 yang baru saja mengalahkan Bahrain dan Arab Saudi.
“Dengan adanya HYDROPLUS Soccer League, jelas aku bisa mendapat pengalaman bertanding dan belajar menghadapi persaingan yang ketat untuk mengembangkan kemampuan bermain aku. Dan yang terpenting menurut aku, liga ini juga memiliki peran untuk perjalanan aku menuju tim nasional sekarang ini,” ucap Nafeeza.
Di musim kedua, Nafeeza akan bergabung dengan Akademi Persib Bandung U-18. Ia berharap, dapat menorehkan prestasi lebih tinggi lagi dibanding musim perdana. “Berkaca dari pengalaman musim lalu, aku jadi lebih termotivasi lagi untuk berkembang dan meningkatkan performa terbaik, karena di HYDROPLUS Soccer League aku juga belajar menghadapi lawan dari berbagai daerah,” tutur dia.
Di musim perdana, liga ini sukses menarik minat 1.723 pesepakbola putri dan 53 peserta didalammnya mendapat kesempatan membela Timnas U-16 di ajang Srikandi Merdeka Cup. Bahkan, jebolan HYDROPLUS Soccer League yang tergabung di skuad Garuda Pertiwi sukses meraih posisi runner-up di turnamen yang melibatkan delapan tim dan tujuh negara Asia tersebut. Melangkah lebih jauh lagi, sebanyak 21 jebolan HYDROPLUS Soccer League tergabung dalam 23 punggawa Timnas Putri di Kualifikasi AFC U-17 2027.

