Tiga wakil Indonesia dari sektor tunggal putra menampilkan hasil beragam pada babak 32 besar Badminton Asia Championships (BAC) 2026. Jonatan Christie dan Alwi Farhan sukses melangkah ke babak berikutnya, sementara Moh Zaki Ubaidillah harus terhenti.
Jonatan Christie tampil dominan saat menghadapi wakil Malaysia, Leong Jun Hao. Unggulan ketiga itu menang dua gim langsung dengan skor 21-13, 21-8.
“Puji Tuhan, saya bersyukur hasilnya baik dan untuk persiapan besok lawannya masih main dan belum tahu siapa yang menang, jadi lebih menjaga untuk recovery saja,” kata Jojo, sapaan akrabnya seperti yang dikutip dari laman PBSI.
“Target saya melakukan yang semaksimal mungkin dulu. Saya tidak pernah terlalu mematok hasil, yang penting bermain bagus dan ada improvisasi dari permainannya,” imbuhnya.
Sementara itu, Alwi Farhan harus melewati pertarungan sengit sebelum mengalahkan Justin Hoh dari Malaysia dengan skor 21-19, 14-21, 21-18. Alwi mengakui laga berjalan penuh tekanan, terutama dalam mengendalikan emosi dan situasi di lapangan.
“Tidak mudah saya bisa melewati tekanan dan rasa tidak nyaman yang muncul di dalam diri saya. Alhamdulillah saya bisa mengontrol dan di akhir pertandingan saya mencoba lebih sadar, lebih menerima situasi dan akhirnya bisa memenangkan pertandingan,” ujar Alwi.
Pertemuan dengan Justin juga menghadirkan tensi tersendiri, mengingat keduanya sudah saling mengenal sejak level junior. “Saya dan Justin sudah saling mengenal satu sama lain sejak junior, jadi ada gengsi lah pasti setiap ketemu. Sama-sama tidak mau kalah jadi permainannya selalu seru sih. Seperti rival di dalam lapangan,” tambahnya.
Menghadapi ketatnya persaingan, Alwi menegaskan tekadnya untuk terus berjuang maksimal. “Tidak ada yang mudah di sini, tapi saya tahu saya mampu dan saya bakal berjuang semaksimal saya. Saya mau tampil layaknya seorang petarung,” tegas Alwi.
Di sisi lain, Moh Zaki Ubaidillah belum berhasil mengikuti jejak rekan-rekannya setelah kalah dari wakil Jepang, Koki Watanabe, dalam tiga gim 21-15, 14-21, 18-21. Ubed, begitu ia disapa menilai performanya cukup baik, meski sempat kehilangan kendali di gim kedua.
“Alhamdulillah permainan tadi cukup baik dan saya bisa mengimbangi lawan. Di game kedua saya kalah cepat, lawan lebih mengontrol permainan dan disitu saya kaget,” terang Ubed.
Pertandingan berlangsung ketat hingga gim penentuan, bahkan Ubed sempat unggul sebelum akhirnya kehilangan momentum. Ia juga menilai mental lawan menjadi salah satu pembeda dalam pertandingan tersebut.
“Di game ketiga sempat kejar-kejaran dan sempat unggul juga, tadi ada kesalahan sedikit antara bola keluar dan masuk, wasit mengoreksi menjadi keluar padahal kelihatan masuk. Mungkin dari situ saya agak goyah. Keunggulan lawan dia punya rasa tidak mau kalah yang bagus padahal di game pertama dan ketiga dia sudah goyah. Ini jadi pelajaran berharga buat saya untuk evaluasi lagi ke depannya,” pungkas Ubed.

