Pelatih Timnas Futsal Indonesia, Hector Souto, memastikan akan memantau perkembangan pemain muda pada ajang Okezone National Championship yang digelar untuk pelajar SMA sederajat. Turnamen yang diinisiasi Okezone dengan dukungan Asosiasi Futsal Indonesia (AFI) itu dinilai menjadi wadah penting untuk menemukan bibit-bibit baru futsal Indonesia.
“Saya ingin bisa menyaksikan langsung ajang Okezone National Championship. Tetapi yang pasti saya akan mengirim perwakilan atau staf untuk memantau talenta-talenta di turnamen ini,” ujar Hector dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (29/5).
Pelatih asal Spanyol itu menilai perkembangan futsal Indonesia dalam lima tahun terakhir menunjukkan peningkatan signifikan. Saat ini, Indonesia menempati peringkat ke-14 dunia berdasarkan ranking futsal FIFA, yang menjadi salah satu capaian terbaik dalam sejarah futsal nasional.
Menurut Hector, kemajuan tersebut tidak lepas dari semakin banyaknya kompetisi dan program pembinaan usia muda yang berjalan di berbagai daerah. Karena itu, ia menyambut positif hadirnya Okezone National Championship sebagai ruang baru bagi pemain muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
“Semakin banyak kompetisi digelar maka kita punya kesempatan yang luar biasa untuk mendapatkan talenta-talenta bagus,” kata Hector.
Ia menambahkan, pemain yang tampil menonjol dalam turnamen tersebut akan mendapat perhatian khusus. Tidak menutup kemungkinan, pemain terbaik nantinya berpeluang mengikuti proses seleksi untuk bergabung bersama Timnas Futsal Indonesia.
Hector menilai regenerasi pemain menjadi faktor penting agar prestasi futsal Indonesia terus meningkat dalam jangka panjang. Dengan pembinaan sejak usia sekolah, Indonesia dinilai memiliki potensi besar melahirkan pemain futsal berkualitas dunia.
Turnamen ini mendapat dukungan penuh dari Federasi Futsal Indonesia. Sekretaris Jenderal Federasi Futsal Indonesia, Budi Setiawan, menyebut kompetisi usia sekolah memiliki peran penting dalam menjaga kesinambungan prestasi futsal nasional.
“Kami mengapresiasi ajang ini dan berharap bisa terus digelar secara reguler di lebih banyak kota. Timnas futsal Indonesia saat ini sedang berada di level yang baik, sehingga diperlukan kompetisi untuk menemukan talenta-talenta baru,” ujar Budi.
Sementara itu, CEO iNews Media Group, Angela Tanoesoedibjo, mengatakan Okezone National Championship merupakan pengembangan dari turnamen futsal antar-SMA yang sebelumnya telah digelar di sejumlah kota. Menurutnya, kompetisi tersebut tidak hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga ruang kreativitas dan panggung prestasi bagi generasi muda.
“Okezone selama ini dikenal kuat di bidang olahraga dan sudah lama hadir langsung ke sekolah-sekolah untuk menggelar kompetisi futsal. Kini kami ingin melangkah lebih besar dengan menjadikan event ini bukan sekadar kompetisi, tetapi juga ruang kreativitas sekaligus panggung prestasi bagi generasi muda,” ujar Angela.
Wakil Direktur Utama iNews Media Group, Syafril Nasution, menilai penyelenggaraan turnamen ini menjadi bentuk kontribusi nyata media dalam mendukung perkembangan olahraga nasional, khususnya futsal. Menurutnya, posisi futsal Indonesia yang kini berada di peringkat 14 dunia harus diiringi dengan regenerasi pemain yang berkelanjutan.
“Sebagai media yang rutin memberitakan olahraga, sudah sewajarnya kami ikut turun langsung menggelar kompetisi seperti ini. Futsal punya basis penggemar yang besar dan saat ini prestasi Indonesia juga sedang bagus. Karena itu, pencarian bibit-bibit baru harus terus dilakukan,” katanya.
Pemimpin Redaksi Okezone, Masirom, berharap ajang ini dapat menjadi wadah pembentukan karakter generasi muda melalui olahraga. “Kami percaya olahraga adalah medium kuat untuk membentuk karakter. Junjung tinggi sportivitas, nikmati setiap pertandingan, dan jadikan pengalaman ini sebagai kenangan berharga,” ujarnya.
Okezone National Championship akan digelar di empat kota, yakni Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Para juara dari masing-masing kota nantinya akan kembali dipertemukan dalam grand final di Jakarta.
Turnamen dijadwalkan berlangsung mulai Juni 2026 dengan melibatkan 24 SMA di setiap kota penyelenggara. Para peserta akan dibagi ke dalam empat grup untuk memperebutkan tiket menuju babak final nasional.

