spot_img
BerandaBOLAPeluang Pertahankan Gelar Menipis, Pep Guardiola Enggan Lempar Handuk

Peluang Pertahankan Gelar Menipis, Pep Guardiola Enggan Lempar Handuk

Asa Manchester City untuk mempertahankan gelar juara Liga Inggris musim 2025-2026 kian menipis setelah kembali gagal meraih kemenangan. Ditahan imbang 1-1 oleh West Ham United di London Stadium pada Sabtu (14/3/2026) malam waktu setempat, The Citizens kini tertinggal sembilan poin dari rival terberat mereka, Arsenal, yang kokoh di puncak klasemen. Hasil ini memicu pertanyaan besar tentang konsistensi sang juara bertahan dan kekuatan mental mereka dalam perburuan trofi yang makin berat.

Pertandingan di markas The Hammers menjadi episode terbaru dari rentetan hasil kurang memuaskan bagi tim asuhan Pep Guardiola. Hanya berselang beberapa hari setelah ditahan imbang 2-2 oleh Nottingham Forest, Manchester Biru kembali tersandung. Mereka sebenarnya datang dengan beban ganda setelah mengetahui bahwa Arsenal, sang pemuncak klasemen, baru saja membungkus kemenangan dramatis 2-0 atas Everton berkat dua gol telat Viktor Gyokeres dan bocah 16 tahun Max Dowman. Kemenangan The Gunners tersebut membuat jarak poin antara kedua tim melebar menjadi sepuluh poin sebelum Man City melakoni kick-off.

Misi untuk memangkas jarak tersebut dimulai dengan sederet tekanan dari City, namun pertahanan disiplin West Ham menjadi batu sandungan utama. Bintang utama Erling Haaland pun tak banyak berkutik di babak pertama karena penjagaan ketat. Kebuntuan akhirnya pecah di menit ke-31, saat playmaker veteran Bernardo Silva mencetak gol yang berbau keberuntungan. Tembakan cungkil pemain Portugal itu dari sudut sempit malah melayang ke tiang jauh, melewati kepala kiper dan menyarangkan bola secara indah. Skor 1-0 untuk City, dan di papan klasemen virtual, mereka berhasil memangkas jarak poin dengan Arsenal menjadi tujuh.

Namun, keunggulan itu hanya bertahan sesaat, tepatnya cuma 3 menit 24 detik atau 114 detik saja. West Ham berhasil menyamakan skor 1-1 melalui Konstantinos Mavropanos. Prosesnya berawal dari sepak pojok Jarred Bowen yang berujung blunder fatal kiper Gianluigi Donnarumma. Bermaksud meninju bola, Donnarumma justru luput, dan bola jatuh ke kepala Mavropanos yang dengan sigap menanduknya ke gawang kosong. Bola sempat memantul mistar sebelum melewati garis gawang, disahkan wasit melalui teknologi goal-line.

Di babak kedua, dominasi penguasaan bola Manchester City mencapai 71 persen dengan 21 lesakan tembakan, namun kiper Mads Hermansen tampil gemilang. Dia berkali-kali mementahkan peluang emas dari Haaland, Matheus Nunes, dan lainnya, bahkan ada satu tembakan yang ditepisnya hingga membentur mistar gawang. Hermansen menjadi tembok kokoh yang membuat frustrasi para penyerang City. Hingga peluit panjang berbunyi, skor 1-1 tak berubah, menjadikan Man City tertinggal sembilan poin dari Arsenal.

Meskipun dalam posisi yang sangat sulit, Pep Guardiola, sang arsitek Man City, menolak untuk menyerah. Ia masih memegang teguh optimisme, meski mengakui bahwa timnya berada di posisi yang rumit.

“Ini rumit. Kalau menang melawan Nottingham Forest dan hari ini, nasib kami ada di tangan kami sendiri, tapi kami masih punya satu pertandingan tersisa dan akan menjamu Arsenal,” ucap Guardiola, dikutip dari laman resmi klub.

“Saya selalu optimis. Saya optimis soal laga kandang hari Selasa. Jika menjadi juara tidak mungkin tercapai, mereka harus merayakannya, dan saya akan menelepon Mikel untuk memberi selamat kepadanya,” lanjutnya, menunjukkan sikap sportif namun penuh tantangan.

Guardiola juga menyoroti perubahan komposisi pemain yang membuat timnya kesulitan menemukan konsistensi seperti musim-musim sebelumnya.

“Ada banyak pemain baru dan konsistensi yang kami miliki di masa lalu, musim ini kami tidak mampu mendapatkannya,” imbuhnya, memberi indikasi tantangan adaptasi skuadnya.

Perjalanan Manchester City tak hanya berhenti di Liga Inggris. Setelah hasil imbang ini, mereka harus langsung mengalihkan fokus ke leg kedua babak 16 besar Liga Champions di kandang sendiri pada Rabu (18/3/2026) dini hari WIB, menghadapi Real Madrid. Mereka dalam posisi tertinggal 0-3 dan membutuhkan keajaiban di Etihad Stadium. Belum lagi, City juga akan berhadapan dengan Arsenal lagi di final Piala Liga Inggris pada Minggu (22/3/2026). Jadwal padat dan berat ini akan menjadi ujian sesungguhnya bagi mentalitas dan kedalaman skuad Manchester City.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru