Xabi Alonso dilaporkan menolak tawaran untuk menjadi pelatih anyar Olympique de Marseille. Mantan pelatih Real Madrid itu disebut langsung menolak pendekatan klub Ligue 1 tersebut karena menilai situasi internal mereka “terlalu kacau”.
Menurut laporan media Prancis RMC Sport, Marseille bergerak cepat mencari pengganti Roberto De Zerbi yang hengkang awal bulan ini. Namun pendekatan terhadap Alonso tidak membuahkan hasil. Pelatih asal Spanyol berusia 44 tahun itu disebut keberatan dengan kondisi klub yang dinilai tidak stabil.
Marseille memang tengah dilanda gejolak. De Zerbi meninggalkan klub setelah kekalahan telak 0-5 dari Paris Saint-Germain pada 8 Februari lalu. Tak lama berselang, Direktur Olahraga Medhi Benatia mengumumkan pengunduran dirinya dengan alasan tidak bisa lagi “mengabaikan situasi internal” serta adanya “kerusakan komunikasi” di level dewan.
Situasi makin rumit ketika pemilik klub Frank McCourt turun tangan langsung dari Amerika Serikat. Ia menolak pengunduran diri Benatia dan merombak struktur kepemimpinan dengan mengurangi peran Presiden klub Pablo Longoria. Sehari setelah mengundurkan diri, Benatia pun membatalkan keputusannya dan tetap menjabat hingga akhir musim.
Kondisi tersebut disebut menjadi faktor utama Alonso menolak tawaran Marseille. Mantan gelandang Liverpool itu dikabarkan ingin menangani proyek jangka panjang yang stabil, terutama setelah masa kepelatihannya di Real Madrid berakhir cepat. Alonso dipecat pada awal Januari lalu, hanya tujuh bulan setelah ditunjuk menggantikan Carlo Ancelotti di Santiago Bernabeu.
Sebelum ke Madrid, Alonso menikmati periode sukses selama tiga musim bersama Bayer Leverkusen. Rekam jejak itulah yang membuat namanya tetap diminati sejumlah klub top Eropa.
Di tengah penolakan tersebut, Alonso juga dikaitkan dengan kemungkinan kembali ke Liverpool. Arne Slot, yang musim lalu sukses mempersembahkan gelar Liga Inggris pada musim debutnya, kini menghadapi tekanan setelah performa The Reds menurun dan terlempar ke posisi enam klasemen sementara, di luar zona Liga Champions. Meski belum ada indikasi pemecatan, Alonso disebut akan menjadi kandidat kuat jika kursi pelatih Anfield lowong.
Sementara itu, Marseille akhirnya menunjuk Habib Beye sebagai pelatih kepala, hanya sepekan setelah ia dipecat oleh Rennes. Beye kini dibebani target membawa Marseille mengamankan tiket Liga Champions dan melangkah jauh di Coupe de France, di mana mereka akan menghadapi Toulouse pada babak perempat final awal bulan depan.
Dalam pernyataannya sebelum penunjukan Beye, McCourt menegaskan ambisinya tetap sama. “Sebagai pemilik klub, saya datang ke Marseille untuk memastikan klub tetap fokus pada target, terutama lolos ke Liga Champions dan tampil kuat di Coupe de France,” ujarnya.
Penolakan Alonso menjadi sinyal bahwa stabilitas manajemen masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi Marseille jika ingin kembali bersaing di level tertinggi Eropa.
