Selasa, Februari 24, 2026
BerandaBOLADisebut Idiot, Fabregas Justru Minta Maaf

Disebut Idiot, Fabregas Justru Minta Maaf

Pertandingan AC Milan kontra Como di San Siro, Kamis (19/2/2026) WIB, tak hanya menyajikan drama di atas lapangan, tetapi juga memantik konflik panas di tepi lapangan. Laga yang berakhir imbang 1-1 itu diwarnai insiden antara pelatih Como, Cesc Fabregas, dan pelatih Milan, Massimiliano Allegri, yang berujung kartu merah serta perang kata-kata di lorong stadion.

Como sempat mengejutkan publik tuan rumah setelah Nico Paz membuka keunggulan pada menit ke-32. AC Milan membalas lewat Rafael Leao pada menit ke-64 untuk menyamakan skor. Namun, tensi pertandingan meningkat tajam memasuki 10 menit akhir laga.

Insiden bermula pada menit ke-80 ketika winger Milan, Alexis Saelemaekers, berusaha mengejar bola di dekat garis lapangan untuk memulai serangan balik. Dalam situasi tersebut, Fabregas yang berada di area teknis terlihat menyentuh dan menarik jersey Saelemaekers, diduga untuk menghambat lajunya. Aksi itu langsung memicu reaksi keras dari kubu Milan.

Allegri yang melihat kejadian tersebut segera meninggalkan area teknis dan menghampiri bangku cadangan Como. Adu argumen pun tak terhindarkan. Situasi sempat memanas dengan melibatkan staf kedua tim sebelum akhirnya wasit mengambil tindakan tegas dengan mengusir Allegri menggunakan kartu merah. Sementara Fabregas hanya diganjar kartu kuning atas tindakannya.

Ketegangan rupanya tak berhenti di lapangan. Menurut sejumlah laporan media Italia, kedua pelatih kembali terlibat adu mulut saat berpapasan di lorong menuju ruang konferensi pers. Dalam momen tersebut, Allegri melontarkan komentar pedas kepada mantan gelandang Arsenal dan Chelsea itu.

“Kamu anak kecil, kamu idiot! Anak kecil yang baru kemarin jadi pelatih,” ujar Allegri seperti dikutip dari Tuttomercato.

Tak berhenti di situ, Allegri juga menyindir bahwa jika tindakan semacam itu dianggap wajar, maka lain kali ia akan melakukan sliding tackle ketika ada yang berlari melewatinya. Meski demikian, ia tetap menyebut Fabregas sebagai pelatih muda yang memiliki potensi besar, sembari menekankan pentingnya sikap disiplin dan rasa hormat terhadap wasit serta lawan.

Di sisi lain, Fabregas memilih meredakan situasi dengan menyampaikan permintaan maaf secara terbuka. Ia mengakui tindakannya tidak sportif dan dilandasi emosi sesaat.

“Saya minta maaf karena melakukan sesuatu yang tidak saya banggakan. Itu tindakan tidak sportif. Kami merebut bola, tetapi saya menyentuhnya sedikit karena emosi. Sebagai pelatih, kami harus menjaga sikap. Saya harap ini tidak pernah terjadi lagi dalam karier saya,” kata Fabregas.

Pelatih asal Spanyol itu juga mengakui bahwa ia bisa memahami kemarahan Allegri. Ia menegaskan bahwa pelatih harus memberi contoh yang baik, terutama dalam menjaga kontrol emosi di pertandingan dengan tensi tinggi.

Insiden ini menambah daftar kontroversi Fabregas dalam beberapa hari terakhir. Sebelumnya, ia juga menjadi sorotan setelah melontarkan kritik keras kepada penyerangnya, Alvaro Morata, yang mendapat kartu merah akibat protes berlebihan saat Como kalah 1-2 dari Fiorentina. Fabregas bahkan sempat mengatakan bahwa pemain yang tak mampu mengendalikan emosi “sebaiknya bermain olahraga lain”.

Dari sisi klasemen, hasil imbang ini cukup merugikan AC Milan. Rossoneri kini mengoleksi 54 poin dari 25 pertandingan dan tertinggal tujuh angka dari Inter Milan di puncak klasemen Serie A. Sementara itu, Como menempati posisi keenam dengan 42 poin, menjaga asa untuk bersaing memperebutkan tiket kompetisi Eropa musim depan.

Laga yang sejatinya menjadi duel taktik antara pelatih senior sarat pengalaman dan pelatih muda yang tengah naik daun itu akhirnya lebih banyak dikenang karena bara emosi di tepi lapangan. Perseteruan Allegri dan Fabregas pun menambah bumbu panas dalam persaingan Serie A musim ini.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru