Region finals Campus League 2026 – Basketball Regional Jogja Season 1 yang berlangsung di GOR Ki Bagoes Hadikoesoemo, Universitas Islam Indonesia, Sleman, Yogyakarta, Kamis (7/5) melahirkan sepasang kampiun.
Di sektor putri, Soegijapranata Catholic University (SCU) mengunci status juara usai mengakhiri perlawanan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) di region finals dengan skor 63-31. Sementara kategori putra, gelar juara menjadi milik Universitas Kristen Satya Wacana setelah sukses menumbangkan perlawanan Universitas Semarang 60-54.
Laga final putri berjalan dengan intensitas tinggi sejak awal pertandingan. SCU langsung memperlihatkan permainan bertahan agresif dan transisi cepat. Sebaliknya, UKSW mulai mengalami penurunan performa dan banyak kehilangan momen serangan dalam 10 menit kedua. SCU pun berhasil unggul telak dengan skor 39-21.
Memasuki quarter ketiga, Tim UKSW pimpinan Lidwina Ruth Rianti Dwi Saputri menunjukkan upaya ekstra untuk dalam bertahan dan menyerang meski tetap kesulitan mendulang poin dan sering kehilangan bola. Sebaliknya, raihan tim SCU yang dimotori Erinindita Prias Madafa mampu mempertahankan permainan kolektif yang efektif dan terus memperlebar jarak sejauh 22 poin.
Dominasi SCU terus dipertahankan hingga quarter keempat sebelum akhirnya memastikan kemenangan 63-31 sekaligus mengamankan status juara Campus League 2026 – Basketball Regional Jogja Season 1.
“Di pertandingan finals, yang paling menentukan bukan lagi skill atau fisik, tapi mental. Selama mental anak-anak siap menghadapi pertandingan, saya yakin semuanya bisa berjalan sesuai rencana,” kata Pelatih Tim Putri Soegijapranata Catholic University, Arief Djazuli.
Adapun di sektor putra, partai puncak mempertemukan Universitas Kristen Satya Wacana melawan Universitas Semarang. Sejak tip-off, pertandingan berlangsung sengit dan kedua tim saling menekan dan berusaha memaksimalkan setiap peluang untuk mendulang poin.
Permainan lebih efektif dalam menyerang ditunjukkan UKSW, sehingga tim asuhan Revan Jonathan itu pun berhasil membuat jarak di quarter kedua dengan skor 31-20.
Di dua quarter terakhir intensitas permainan semakin tinggi dan kedua tim tetap menjaga agresivitas dan fokus bermain. Kejar mengejar poin terjadi hingga akhirnya UKSW keluar sebagai juara dengan skor 60-54.
Sang kapten, Brooklyn Raffael Tristan menyebut timnya sudah mempersiapkan pola permainan dengan sebaik mungkin sejak malam jelang final. Bahkan, mereka tak gentar meskipun skuad lawan diisi oleh pemain asing yang memiliki postur badan lebih tinggi.
“Sebelum pertandingan final kami sudah menganalisa permainan lawan termasuk permainan pemain asing dan beberapa pemain andalan mereka. Kami juga fokus mengikuti strategi dan instruksi pelatih sepanjang pertandingan,” ujar Raffa.
“Selanjutnya, kami akan menatap persaingan di The Nationals dan semoga tim dapat memberikan penampilan terbaik di lapangan sekaligus pertunjukkan yang bagus buat penonton,” sebutnya.
Kemenangan UKSW di sektor putra dan SCU di kategori putri sebagai juara Campus League 2026 – Basketball Regional Jogja Season 1 Membawa keduanya meraih tiket untuk berlaga di The Nationals awal Juni mendatang di yang akan berlangsung di Jakarta pada 6-13 Juni 2026.
Tak hanya menyajikan region finals, gelaran Campus League 2026 – Basketball Regional Jogja Season 1 pada Minggu (7/5) juga menjadi momentum ikatan kerja sama antara Campus League dengan rektorat Universitas Islam Indonesia (UII) guna membangun ekosistem olahraga jangka panjang di kalangan mahasiswa.
CEO Campus League, Ryan Gozali bersama Rektor UII Prof. Fathul Wahid, S.T., M.Sc., Ph.D menandatangani nota kesepahaman di bidang olahraga.
“Penandatanganan kerja sama ini akan bertahap, di mana secara general ini menjadi payung kerja sama bagi UII untuk membuat tim-tim olahraga atas nama almamater. Pada tahap yang advanced, kita berharap UII bisa berekspansi membuat stadion dengan standar dari Campus League,” kata Ryan Gozali.
“Karena kami ingin membuat poros baru pembinaan di level mahasiswa, kompetisi harus berubah dari format series ke dalam format home and away yang sangat membutuhkan kehadiran stadion berstandar multi-cabor. Yogyakarta merupakan kota mahasiswa dan kampus, jadi memang sudah selayaknya animo dari olahraga kampus di sini cukup besar,” Ryan Gozali menambahkan.

