Panggung basket mahasiswa Indonesia baru saja mencatatkan sejarah baru. Setelah melalui perjalanan panjang sejak April lalu, gelaran Campus League Basketball Season 1 2026 resmi mencapai puncaknya di UPH Basketball Court, Tangerang, Sabtu (13/6). Tim Putra Institut Perbanas dan Tim Putri Universitas Surabaya (UBAYA) sukses menasbihkan diri sebagai jawara nasional dalam kompetisi yang berlangsung penuh drama tersebut.
Di sektor putri, UBAYA berhasil keluar sebagai kampiun setelah menumbangkan perlawanan sengit dari Soegijapranata Catholic University (SCU) dengan skor akhir 59-51. Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. UBAYA sempat tertinggal di kuarter kedua setelah SCU tampil lebih efektif. Namun, mentalitas juara Tim Kota Pahlawan ini teruji di kuarter ketiga. Mereka meledak dengan raihan 23 poin yang menjadi titik balik kemenangan.
Pelatih UBAYA, Wellyanto Pribadi, mengungkapkan bahwa kunci kesuksesan timnya terletak pada kebersamaan. “Di tim UBAYA ada larangan keras menyalahkan rekan satu tim meskipun melakukan kesalahan. Hal itu membuat kami tetap tenang saat tertinggal,” tuturnya. Selain mentalitas, kemampuan menembak yang merata di semua posisi menjadi senjata mematikan bagi UBAYA untuk mengunci gelar juara sektor putri yang pertama dalam sejarah Campus League.
Drama yang lebih sengit tersaji di final sektor putra. Pertandingan antara Institut Perbanas melawan Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga harus dilanjutkan hingga babak overtime setelah kedua tim bermain imbang di waktu normal. Dalam tensi tinggi, Muhammad Haikal Malik menjadi pahlawan bagi Perbanas. Tembakan dua poinnya di detik-detik akhir memastikan kemenangan tipis 47-45 atas UKSW.
Kemenangan ini terasa sangat emosional bagi Perbanas. Datang sebagai peringkat ketiga di fase regional dan tanpa diperkuat pemain profesional IBL, “Sang Raksasa” Perbanas membuktikan bahwa kerja keras mampu menjungkirbalikkan prediksi. Pelatih Perbanas, Zulfahrizal, menyebut kemenangan ini sebagai kebangkitan “Mentalitas Perbanas”. Atas hasil ini, Perbanas berhak mewakili Indonesia di ajang internasional, Asia University Basketball League (AUBL) 2027.
CEO Campus League, Ryan Gozali, menegaskan bahwa keberhasilan musim perdana ini adalah awal dari ekosistem yang lebih besar. Campus League tidak hanya mengejar prestasi olahraga, tetapi dibangun di atas pilar Athleticism, Academics, dan Affinity. “Kami percaya olahraga kampus membentuk disiplin, kepemimpinan, dan keterampilan hidup yang akan dibawa mahasiswa setelah lulus,” ujar Ryan.

