spot_img
BerandaBOLAGaruda Pertiwi Sikat Arab Saudi 7 Gol Tanpa Balas di Laga Pembuka...

Garuda Pertiwi Sikat Arab Saudi 7 Gol Tanpa Balas di Laga Pembuka Srikandi Merdeka Cup

Srikandi Merdeka Cup dibuka dengan kemeriahan. Gemerlap tata cahaya, dentuman musik, dan letupan kembang api mengiringi opening ceremony di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (14/8). Ribuan penonton memadati tribun, menciptakan atmosfer yang membuat laga perdana turnamen sepak bola putri U-16 ini terasa istimewa.

Namun, kemegahan pembukaan hanyalah awal. Begitu bola bergulir, Garuda Pertiwi langsung mengambil alih panggung. Menghadapi Arab Saudi pada laga Grup A, skuad asuhan Timo Scheunemann tampil agresif dan dominan. Pressing tinggi, pergerakan dinamis, serta aliran bola yang cepat membuat Indonesia leluasa membongkar pertahanan lawan. Hasil akhirnya pun spektakuler: Garuda Pertiwi menang telak 7-0 atas Arab Saudi.

Sejak awal, Indonesia tak memberi banyak ruang bagi Arab Saudi untuk mengembangkan permainan. Garuda Pertiwi aktif menekan dan terus mencari celah di lini pertahanan lawan. Gol pembuka hadir pada menit kelima. Berawal dari umpan Fadilla dari sisi kanan, Keysa Arabela Manisya Nian berhasil melepaskan sepakan terukur yang tak mampu dibendung kiper Arab Saudi, Mariam Abed Altavar.

1-0 untuk Garuda Pertiwi.

Keunggulan tersebut membuat Indonesia semakin percaya diri. Jazlyn Kayla Firyal dan kolega terus memainkan kombinasi umpan pendek serta build-up cepat untuk menjaga tempo permainan.

Pada menit ke-22, keunggulan Garuda Pertiwi bertambah. Nafeeza Ayasha Nori memanfaatkan bola rebound dari peluang Fadilla, melewati kawalan pemain belakang Arab Saudi, lalu menaklukkan sang penjaga gawang.

2-0.

Indonesia semakin nyaman menguasai permainan.

Petaka kembali datang bagi Arab Saudi pada menit ke-37. Pelanggaran Arwa Alrasheed di kotak terlarang membuat Indonesia mendapat hadiah penalti setelah wasit melakukan pengecekan VAR. Arwa juga diganjar kartu merah.

Jazlyn Kayla Firyal maju sebagai eksekutor. Dengan tenang, sang kapten menuntaskan tugasnya dan membawa Indonesia unggul 3-0.

Empat menit berselang, Jazlyn kembali menjadi mimpi buruk bagi pertahanan Arab Saudi. Tendangan bebas Ayla Dva Khala Ahisma sempat ditepis kiper, tetapi bola muntah langsung disambar Jazlyn di depan gawang.

Brace untuk Jazlyn. 4-0.

Garuda Pertiwi menutup babak pertama dengan keunggulan empat gol. Pesta belum usai, selepas jeda, Indonesia tidak menurunkan tempo. Menit ke-49, Shifana Rizka Nadhifa mencetak gol kelima lewat situasi bola mati. Sepak pojok yang dieksekusinya meluncur langsung ke sudut kiri gawang Arab Saudi.

5-0.

Dengan keunggulan yang semakin jauh, Garuda Pertiwi tetap tampil disiplin. Indonesia terus menekan dan membuat Arab Saudi lebih banyak bertahan di sepertiga akhir lapangannya sendiri. Gol keenam lahir pada menit ke-79. Fadilla memanfaatkan bola rebound hasil tepisan kiper Arab Saudi untuk kembali menggetarkan jala lawan.

7-0.

Pesta akhirnya ditutup melalui gol bunuh diri Dima Ahmed Hegazy. Bek Arab Saudi tersebut gagal mengantisipasi bola hasil akselerasi Fadilla sehingga bola justru masuk ke gawang sendiri. Peluit panjang berbunyi. Tiga poin penuh menjadi milik Indonesia sekaligus mengantarkan Garuda Pertiwi ke puncak klasemen sementara Grup A. Kemenangan besar tersebut mendapat apresiasi dari pelatih kepala Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann. Meski puas dengan hasil akhir, Timo melihat masih ada ruang untuk mengembangkan permainan tim, terutama dari sisi ofensif.

Menurutnya, ketegangan pada babak pertama membuat kemampuan menyerang anak asuhnya belum sepenuhnya keluar. Sebaliknya, organisasi pertahanan justru tampil solid dan taktis.

“Kalau dari segi kemampuan mereka sebenarnya di atas itu. Tentu saja babak pertama karena tegang, masih belum keluar. Tapi yang bikin saya respek, yang belum keluar ofensifnya, defensifnya sangat taktis,” ujar Timo.

Bagi Timo, kemenangan ini bukan garis akhir. Masih ada pertandingan berikutnya dan masih banyak aspek yang perlu dipoles sebelum Garuda Pertiwi benar-benar mencapai performa terbaiknya.

Sementara itu, Jazlyn Kayla Firyal menikmati malam yang spesial. Dua golnya ikut mengantar Indonesia meraih kemenangan besar di laga pembuka. Namun, sang kapten menegaskan bahwa pesta tujuh gol merupakan hasil kerja kolektif.

“Ini juga bukan karena aku sendiri, karena tim juga. Tim mau kompak dan mau se-chemistry,” ujar Jazlyn.

Pesan tersebut menjadi gambaran permainan Garuda Pertiwi malam itu: agresif ketika menyerang, disiplin ketika bertahan, dan solid sebagai sebuah tim.

Sebelum Garuda Pertiwi berpesta, laga Grup A lainnya mempertemukan Hong Kong, China dan Malaysia. Pertandingan berlangsung ketat sejak menit awal. Malaysia tampil agresif dan sempat menciptakan sejumlah peluang berbahaya, termasuk melalui Putri Mia Alysa binti Ahmad Zakiyamani. Namun, mistar gawang menjadi penyelamat Hong Kong, China.

Menjelang akhir babak pertama, Hong Kong, China gantian mengancam. Tandukan Chon Paige Jiyoon yang berdiri bebas di depan gawang belum mampu mengubah skor. Babak kedua berlangsung lebih terbuka. Hong Kong, China berani menaikkan garis tekanan dan kembali mendapat peluang melalui Chon Paige Jiyoon. Kali ini, sepakankacamata tetap bertahan. Kedua tim pun harus puas berbagi satu poin.

Pelatih Hong Kong, China Chan Shuk Chi mengakui laga perdana menjadi tantangan tersendiri bagi pemain muda. Atmosfer turnamen dan kondisi cuaca membuat timnya membutuhkan waktu untuk beradaptasi. Namun, ia tetap puas dengan kerja keras para pemain.

Di kubu Malaysia, kapten Keisha Adeliena binti Muhammad Khalid juga menyimpan optimisme. Menurutnya, hasil imbang bukan akhir dari perjalanan mereka. Justru laga berikutnya menjadi kesempatan untuk bangkit. Dan lawan yang sudah menanti adalah Garuda Pertiwi.

Kemenangan 7-0 membuat Garuda Pertiwi langsung memimpin Grup A dengan tiga poin. Hong Kong, China dan Malaysia sama-sama mengoleksi satu poin, sementara Arab Saudi berada di posisi keempat. Namun, posisi puncak belum membuat Indonesia boleh lengah.

Malaysia sudah mengirim sinyal akan tampil habis-habisan ketika berjumpa tuan rumah pada Minggu (16/8). Pelatih Malaysia Fairuz Montana bin Zainal Abidin bahkan menegaskan timnya datang dengan ambisi membuat kejutan.

“Dalam sepak bola tidak ada yang mustahil. Impian kami adalah mengalahkan tim Garuda Pertiwi,” ujarnya.

Artinya, kemenangan telak atas Arab Saudi boleh dirayakan, tetapi tantangan berikutnya sudah menunggu. Sementara itu, Sabtu (15/8), perhatian beralih ke Grup B. Thailand akan menghadapi Putri Nusantara pada pukul 15.00 WIB, disusul duel Singapura kontra Yordania pada pukul 20.00 WIB. Dari pesta pembukaan yang megah hingga tujuh gol tanpa balas, Garuda Pertiwi sudah memberikan pembuka yang nyaring untuk Srikandi Merdeka Cup.

 

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru