Sabtu, Februari 28, 2026
BerandaBOLAXabi Alonso Resmi Tinggalkan Real Madrid, Arbeloa Ditunjuk Jadi Pelatih Baru

Xabi Alonso Resmi Tinggalkan Real Madrid, Arbeloa Ditunjuk Jadi Pelatih Baru

Real Madrid resmi mengakhiri kerja sama dengan Xabi Alonso. Melalui pengumuman pada Senin (12/1) waktu setempat, manajemen Los Blancos menyatakan telah mencapai kesepakatan bersama dengan Alonso untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih kepala tim utama. Tak menunggu lama, Madrid langsung menunjuk Alvaro Arbeloa sebagai nakhoda baru.

Perpisahan dengan Alonso terjadi sehari setelah Madrid tumbang 2-3 dari Barcelona pada partai final Piala Super Spanyol. Pelatih asal Basque itu hanya menukangi El Real selama kurang dari delapan bulan, setelah ditunjuk pada Juni lalu sebagai suksesor Carlo Ancelotti.

“Real Madrid mengumumkan bahwa, berdasarkan kesepakatan bersama antara klub dan Xabi Alonso, telah diputuskan untuk mengakhiri masa tugasnya sebagai pelatih tim utama,” demikian bunyi pernyataan resmi klub yang dirilis pada Senin.

”Xabi akan selalu memiliki kasih sayang dan kekaguman dari semua penggemar karena dia adalah legenda Madrid dan selalu mewakili nilai-nilai klub ini. Madrid akan selalu jadi rumahnya,” tulis klub.

Alonso direkrut Madrid pada Juni lalu usai meninggalkan Bayer Leverkusen, klub yang ia antar menjadi juara Bundesliga 2024. Namun, performa Madrid di bawah arahannya dinilai belum stabil. Hingga saat ini, Los Blancos berada di posisi kedua klasemen La Liga, terpaut empat poin dari Barcelona.

Laga kontra Barcelona di final Piala Super Spanyol di Arab Saudi menjadi pertandingan terakhir Alonso. Sebelumnya, Madrid juga menelan kekalahan telak 0-4 dari Paris Saint-Germain pada semifinal Piala Dunia Antarklub, serta kalah 2-5 dari Atletico Madrid pada September lalu—yang menjadi satu-satunya kekalahan liga mereka hingga Desember.

Meski sempat mencatat kemenangan atas Barcelona di El Clasico Oktober lalu dan merangkai lima kemenangan beruntun pada akhir 2025, posisi Alonso tetap berada dalam sorotan. Presiden klub Florentino Perez disebut belum sepenuhnya puas dengan pendekatan taktik modern yang coba diterapkan mantan gelandang Spanyol tersebut.

Alonso sebelumnya menjanjikan gaya bermain agresif dan berintensitas tinggi, yang ia gambarkan sebagai sepak bola “rock’n’roll”. Namun, konsep itu belum sepenuhnya tercermin di lapangan. Madrid kerap kesulitan menampilkan permainan menyerang yang mengalir, meski Kylian Mbappe tampil tajam dan memimpin daftar top skor La Liga.

Masalah cedera juga memperumit situasi. Madrid sempat menelan sejumlah hasil mengecewakan, termasuk kalah dari Celta Vigo di kandang, takluk dari Liverpool di laga tandang Eropa, serta beberapa hasil imbang di liga. Beberapa pendekatan taktik, seperti pressing tinggi, mulai ditinggalkan di tengah isu renggangnya hubungan Alonso dengan sejumlah pemain kunci.

Penurunan performa juga dialami Vinicius Junior dan Rodrygo Goes yang lama tak mencetak gol. Media Spanyol bahkan sempat mengabarkan posisi Alonso akan berada di ujung tanduk jika gagal menyingkirkan Manchester City di Liga Champions pada Desember lalu. Meski kalah dari tim asuhan Pep Guardiola, penampilan Madrid yang dinilai membaik membuat Alonso masih diberi kesempatan.

Namun, kekalahan dari Barcelona di Jeddah akhirnya menjadi penutup perjalanan Alonso bersama Real Madrid. Klub pun membuka lembaran baru dengan mempercayakan kursi pelatih kepala kepada Alvaro Arbeloa.

Dalam pengumuman terpisah, pihak klub memastikan Alvaro Arbeloa dipercaya menempati kursi pelatih tim utama. Madrid tidak mengungkap durasi kontrak pelatih berusia 42 tahun tersebut. Arbeloa sebelumnya menangani Real Madrid Castilla sejak Juni 2025 dan telah meniti karier kepelatihan di lingkungan akademi klub sejak 2020.

Tantangan pertama Arbeloa bersama tim senior akan tersaji di babak 16 besar Copa del Rey. Madrid dijadwalkan bertandang ke markas klub Divisi Segunda, Albacete, pada Rabu mendatang.

Nama Arbeloa tentu bukan wajah baru di Santiago Bernabeu. Ia pernah memperkuat Madrid pada periode 2009–2016 dengan total 238 penampilan. Selama berseragam putih, Arbeloa turut merasakan dua gelar Liga Champions dan satu trofi La Liga, di antara deretan prestasi lainnya. Di level internasional, ia juga menjadi bagian dari generasi emas Spanyol yang menjuarai Piala Dunia 2010 serta Euro 2008 dan 2012, sejaman dengan Alonso.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru