Sabtu, Februari 28, 2026
BerandaBOLASinyal Kuat Mohamed Salah Segera Hengkang dari Liverpool?

Sinyal Kuat Mohamed Salah Segera Hengkang dari Liverpool?

Masa depan Mohamed Salah bersama Liverpool kini berada di titik paling tidak pasti sejak ia pertama kali mengenakan seragam merah. Penyerang asal Mesir yang selama bertahun-tahun menjadi simbol kejayaan klub itu, mendadak terpinggirkan dan justru menjadi pusat kontroversi di awal musim 2025/2026.

Situasi memanas setelah Salah kembali tidak bermain dalam beberapa pertandingan beruntun di Premier League. Keputusan tersebut membuatnya meluapkan kekecewaan secara terbuka.

Lebih jauh, Salah merasa dirinya dijadikan pihak yang paling disalahkan atas performa tim. Ia menggunakan ungkapan keras untuk menggambarkan perasaannya sekaligus menjadi sebuah pernyataan yang langsung memicu perdebatan luas di kalangan publik dan pengamat sepak bola.

“Saya tidak bisa percaya saya duduk di bangku cadangan selama 90 menit. Rasanya seperti klub melempar saya ke bawah bus,” ujar Salah, seperti dikutip Guardian.

Baca Juga: Johan Cruyff Jantung Revolusi Sepak Bola

Bagi Salah, persoalan ini bukan sekadar tentang menit bermain. Ia menekankan bahwa kontribusinya selama bertahun-tahun seharusnya mendapat perlindungan, bukan justru tekanan. Retaknya hubungan internal juga diakuinya secara terbuka. Salah mengungkap bahwa relasinya dengan Arne Slot berubah drastis dalam waktu singkat.

“Saya telah melakukan begitu banyak hal untuk klub ini, terutama musim lalu. Saya selalu mengatakan hubungan saya dengan manajer baik, lalu tiba-tiba kami tidak punya hubungan sama sekali. Saya tidak tahu mengapa, tapi sepertinya ada seseorang yang tidak menginginkan saya berada di Liverpool,” ucapnya.

Mohamed Salah telah empat kali menjadi pencetak gol terbanyak Liga Inggris dan musim lalu terpilih sebagai Pemain Terbaik versi Professional Footballers Association (PFA) serta Football Writers Association (FWA) setelah membantu Liverpool meraih gelar Liga Inggris kedua bagi dirinya dan klub. Namun, dalam kondisi emosional Salah memberi sinyal bahwa masa baktinya di Anfield bisa segera berakhir.

Menjelang laga melawan Brighton & Hove Albion, ia mengakui ketidakpastian masa depannya. Pertandingan melawan Brighton di Anfield pun berlangsung dalam suasana berbeda pada Sabtu (13/12). Salah kembali mendapat kesempatan tampil, meski bukan sebagai starter. Ia tetap memberi kontribusi penting, termasuk assist yang membantu Liverpool mengamankan kemenangan.

Baca Juga: Torehkan Prestasi Bersejarah! UINSGD dan UNJ Raih Juara Campus League Futsal The Nationals 2025

Namun sorotan terbesar justru datang setelah pertandingan usai. Salah berdiri lama di lapangan, menyapa satu per satu sudut stadion, bertepuk tangan, dan melambaikan tangan ke arah pendukung. Momen itu langsung memicu spekulasi luas tentang makna di balik gestur tersebut.

Ekspresi wajah Salah yang tampak berkaca-kaca memperkuat dugaan adanya beban emosional yang besar. Beberapa pengamat menilai gestur itu bukan sekadar rasa syukur atas kemenangan, melainkan ungkapan perasaan yang terpendam.

Darren Stanton, seorang ahli bahasa tubuh pun ikut menguatkan narasi tersebut. Ia menilai Salah menunjukkan “microexpressions of sadness” atau tanda-tanda kesedihan yang sangat halus, seolah mengindikasikan bahwa pertandingan tersebut adalah penampilan terakhirnya di Anfield.

https://twitter.com/premierleague/status/1999909574220845254?ref_src=twsrc%5Etfw%7Ctwcamp%5Etweetembed%7Ctwterm%5E1999909574220845254%7Ctwgr%5Eac9d6b78fdc0d3e20e30e8d663b615dcdd53ff3b%7Ctwcon%5Es1_&ref_url=https%3A%2F%2Fbola.kompas.com%2Fread%2F2025%2F12%2F16%2F07493118%2Fmata-mo-salah-berkaca-kaca-bak-isyarat-selamat-tinggal-untuk-liverpool

Padahal secara kontrak, Salah masih terikat cukup lama dengan klub. Namun ia sendiri mengakui bahwa janji-janji yang pernah diterimanya terasa tidak terwujud. “Saya mendapat banyak janji, tapi sekarang saya di bangku cadangan selama tiga pertandingan,” katanya.

Kepergiannya untuk membela tim nasional Mesir di Piala Afrika semakin menambah ketidakpastian. Turnamen tersebut membuatnya absen hingga akhir Januari, bertepatan dengan periode bursa transfer yang sering menjadi momen perubahan besar dalam karier pemain.

Liverpool pun berada di persimpangan sulit. Kehilangan Salah berarti kehilangan pemain yang selama ini menjadi mesin gol sekaligus figur sentral di ruang ganti. Dampaknya bukan hanya teknis, tetapi juga emosional bagi klub dan suporter. Di sisi lain, Salah berada dalam dilema pribadi. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak bisa menerima situasi saat ini begitu saja.

Jika benar laga melawan Brighton menjadi penampilan terakhirnya di Anfield, maka perpisahan itu akan dikenang sebagai akhir yang sunyi namun sarat emosi.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru