Senin, Februari 23, 2026
BerandaRAGAMMilkLife Soccer Challenge Kian Berkembang, Talenta Putri Jakarta Terus Bertumbuh

MilkLife Soccer Challenge Kian Berkembang, Talenta Putri Jakarta Terus Bertumbuh

JAKARTA — Sorak-sorai ratusan siswi sekolah dasar memecah pagi di Jakarta Timur, Kamis (12/2). Di tengah hiruk-pikuk Kingkong Soccer Arena dan Lapangan Brigif 1, harapan tentang masa depan sepak bola putri Indonesia kembali disemai. MilkLife Soccer Challenge Jakarta Seri 2 2025–2026 bukan sekadar turnamen, melainkan panggung awal bagi mimpi-mimpi besar yang tumbuh sejak usia dini.

Ajang yang diinisiasi Bakti Olahraga Djarum Foundation bersama MilkLife ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Hadir dalam seremoni pembukaan, Asisten Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi DKI Jakarta, Dr. Ali Maulana Hakim, menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat pembinaan sepak bola putri sejak usia dini—sebuah langkah strategis membangun fondasi yang selama ini kerap luput dari sorotan.

Menurut Ali, kolaborasi antara pemerintah, institusi pendidikan, dan pemangku kepentingan olahraga menjadi kunci menciptakan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Turnamen seperti ini, katanya, bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga ruang pembentukan karakter di luar kelas. Antusiasme peserta yang meningkat tahun ini pun menjadi sinyal positif bahwa sepak bola putri mulai menemukan tempatnya di ibu kota. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lanjutnya, akan terus mendukung agar ajang ini menjadi agenda rutin serta contoh kolaborasi produktif antara pemerintah dan swasta dalam membina olahraga.

Staf Khusus Pemuda dan Olahraga DKI Jakarta, Diky Soemarno, menegaskan bahwa ambisi besar DKI di bidang olahraga harus ditopang pembinaan yang terstruktur dan konsisten. Dukungan terhadap ajang seperti ini, ujarnya, merupakan bagian dari upaya pembibitan atlet-atlet potensial daerah. Sekolah pun diharapkan memberi perhatian serius pada potensi non-akademik siswa, karena bakat olahraga dapat menjadi jalan masa depan yang positif bagi generasi muda.

Partisipasi pada seri Jakarta kali ini melonjak signifikan. Sebanyak 2.319 siswi dari 128 Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Sekolah Dasar (SD) ambil bagian. Tercatat 85 tim bertanding di kategori usia (KU) 10 dan 123 tim di KU 12. Angka-angka itu bukan sekadar statistik, melainkan cerminan meningkatnya minat terhadap sepak bola putri di tingkat akar rumput.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menyebut tingginya animo peserta sebagai refleksi tumbuhnya kepercayaan terhadap kompetisi ini sebagai platform pembinaan. Dukungan strategis Pemprov DKI Jakarta bersama Dinas Pendidikan dinilai menjadi elemen krusial dalam menjaga keberlanjutan program. Ia berharap seri ini menjadi fondasi kokoh untuk penyelenggaraan berikutnya dan semakin memperkuat ekosistem pembinaan sepak bola putri sejak usia dini.

Di sisi teknis, kualitas kompetisi terus dijaga. Head Coach MilkLife Soccer Challenge, Jacksen F. Tiago, mengaku terkesan dengan perkembangan kemampuan para pemain dari seri ke seri. Babak kualifikasi yang berlangsung empat hari menunjukkan tingginya minat sekaligus ketatnya persaingan.

Proses kualifikasi, fase grup, hingga knockout dirancang untuk memberi jam terbang maksimal bagi para pemain. Dari sini, tim pelatih regional akan menyeleksi talenta potensial untuk dibentuk menjadi tim yang mewakili Jakarta di ajang MilkLife Soccer Challenge All-Stars di Kudus pada Juni 2026. Evaluasi berkelanjutan pun terus dilakukan, termasuk penyesuaian regulasi terkait faktor usia dan format permainan, agar perkembangan pemain berjalan berjenjang menuju permainan sebelas lawan sebelas dengan kualitas yang semakin baik.

Di antara ribuan peserta, terselip kisah Amanda Aqhila Putri dari SDN Cikini 01. Bersama timnya, ia berhasil lolos ke babak utama usai melewati kualifikasi pada 22–25 Januari lalu. Bagi Amanda, tampil di turnamen sebesar ini terasa seperti pengalaman yang tak terlupakan. Ia sempat terpukau melihat venue dengan empat lapangan dan deretan tim kuat dari berbagai sekolah. Namun di balik rasa gugup, tersimpan tekad untuk memberikan yang terbaik. Perjalanan dari kualifikasi hingga fase grup, katanya, bukan hal mudah. Justru di situlah ia belajar tentang kerja sama, strategi, dan keberanian menghadapi lawan.

Rangkaian MilkLife Soccer Challenge Seri 2 2025–2026 akan berlangsung di total 12 kota penyelenggaraan. Setelah Semarang dan Tangerang, kompetisi bergulir ke Bandung dan Yogyakarta, lalu Solo dan Jakarta, dilanjutkan ke Samarinda, Bekasi, Banjarmasin, Kudus, Surabaya, hingga Malang. Dari Jakarta, pesan itu bergema jelas: masa depan sepak bola putri Indonesia dibangun dari lapangan-lapangan sekolah, dari peluh dan semangat anak-anak yang berani bermimpi—dan dari komitmen bersama untuk menjaga mimpi itu tetap hidup.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru