Selasa, Februari 24, 2026
BerandaRAGAMLangkah Bersejarah Janice Tjen di Australian Open 2026

Langkah Bersejarah Janice Tjen di Australian Open 2026

ANZ Arena tak sepenuhnya berwarna hijau-kuning khas Australia pada 20 Januari 2026. Di sejumlah sudut tribun, bendera Merah Putih berkibar. Sorak-sorai berbahasa Indonesia menggema, menyambut satu nama yang tengah menulis sejarah, sosok itu adalah Janice Tjen.

Debutan asal Indonesia itu melangkah ke panggung utama Australian Open tanpa status unggulan. Namun, dua jam kemudian, dunia tenis menoleh. Janice menumbangkan unggulan ke-22 asal Kanada, Leylah Fernandez, dengan skor meyakinkan 6-2, 7-6 (1). Sebuah kemenangan yang bukan hanya mengejutkan, tetapi juga bersejarah.

Janice menjadi petenis putri Indonesia pertama sejak 1998 yang memenangi pertandingan di Australian Open. Pada usia 23 tahun, ia membuka kembali lembaran panjang tenis Indonesia di turnamen Grand Slam.

Curi Perhatian Dunia

Kemenangan atas Fernandez terasa semakin istimewa mengingat perjalanan Janice yang menanjak cepat. Dalam beberapa tahun terakhir, ia melompat dari peringkat 400 besar dunia hingga menembus 60 besar WTA. November 2025 lalu, ia lebih dulu mencetak sejarah dengan menjuarai Chennai Open, menjadi petenis Indonesia pertama yang merebut gelar tunggal WTA Tour sejak Angelique Widjaja pada 2002.

Australian Open 2026 menjadi panggung berikutnya. Janice tampil tanpa harus melewati babak kualifikasi, sebuah pengakuan atas konsistensi dan performanya sepanjang musim sebelumnya.

Langkah Janice terhenti di babak kedua. Kamis, 22 Januari 2026, ia harus menghadapi lawan dengan pengalaman segudang: Karolina Pliskova, mantan petenis nomor satu dunia asal Republik Ceko.

Dalam duel dua set yang ketat, Janice kalah 4-6, 4-6. Namun skor itu tak sepenuhnya mencerminkan jalannya pertandingan. Janice beberapa kali mampu menekan lewat servis keras, reli panjang, dan keberanian menyerang di poin-poin krusial. Ia terus merapatkan jarak hingga gim-gim akhir, memaksa Pliskova bekerja keras mengamankan kemenangan.

Perbedaan jam terbang dan konsistensi servis menjadi pembeda. Namun bagi Janice, laga tersebut adalah pelajaran berharga di panggung tertinggi tenis dunia.

Australian Open 2026 mungkin berakhir di babak kedua bagi Janice Tjen. Namun dampaknya melampaui hasil pertandingan. Di Melbourne, ia menghadirkan kembali rasa bangga, harapan, dan keyakinan bahwa Indonesia masih punya tempat di tenis dunia.

Langkah Janice Tjen di Melbourne memang singkat. Namun jejak sejarah yang ia tinggalkan akan bertahan lebih lama. Di antara sorak Merah Putih dan denting raket di hard court Australia, Janice telah memulai babak baru bagi tenis Indonesia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru