Sabtu, Februari 28, 2026
BerandaRAKETDua Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Perempat Final Indonesia Masters 2026

Dua Ganda Campuran Indonesia Melaju ke Perempat Final Indonesia Masters 2026

Wakil tuan rumah sektor ganda campuran tampil meyakinkan pada babak awal Daihatsu Indonesia Masters 2026. Dua pasangan Indonesia, Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu serta Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil, sama-sama memastikan langkah ke perempat final usai meraih kemenangan penting di Istora Gelora Bung Karno, Jakarta.

Jafar/Felisha melangkah mulus setelah menyingkirkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge, lewat kemenangan dua gim langsung 21-14, 21-19. Pada gim pertama, pasangan peringkat sembilan dunia itu tampil dominan dan sempat unggul jauh. Meski mendapat tekanan pada gim kedua akibat perubahan pola permainan lawan dan kondisi angin, Jafar/Felisha mampu bangkit dan mengamankan kemenangan.

“Pertandingannya tidak mudah. Kami masih belum bermain maksimal dan masih banyak yang harus diperbaiki. Lawan juga bermain cukup baik hari ini,” ujar Jafar usai laga.

Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu melangkah mulus setelah menyingkirkan pasangan Denmark, Kristoffer Kolding/Mette Werge pada babak awal Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Felisha menambahkan bahwa adaptasi menjadi kunci pada gim kedua. “Kami agak terlambat mengantisipasi perubahan permainan lawan. Selain teknis, faktor non-teknis seperti kondisi lapangan juga harus lebih cepat kami sesuaikan,” katanya.

Kemenangan ini memperpanjang rekor pertemuan Jafar/Felisha atas Kolding/Werge menjadi 2-0, setelah sebelumnya juga menang di Hylo Open 2025. Di babak perempat final, mereka akan menghadapi rekan senegara, Dejan Ferdinansyah/Bernadine Anindiya Wardana.

Adnan Maulana/Indah Cahya Sari Jamil menang dramatis melawan Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie di ajang Daihatsu Indonesia Masters 2026.

Sementara itu, pertandingan dramatis tersaji saat Adnan/Indah menghadapi wakil Malaysia, Goh Soon Huat/Lai Shevin Jemie. Bermain di hadapan publik sendiri, pasangan peringkat 24 dunia itu harus melalui laga rubber game sebelum akhirnya menang tipis 18-21, 21-18, 22-20.

Kemenangan tersebut terasa istimewa karena menjadi ajang revans bagi Adnan/Indah, setelah sebelumnya kalah dari Goh/Lai di Korea Open 2025. Ketangguhan mental di poin-poin krusial menjadi pembeda pada gim penentuan.

“Di saat-saat akhir kami berusaha tetap fokus dan tenang. Kami tidak mau terlalu memikirkan skor, hanya fokus ke satu poin yang sedang dimainkan,” ungkap Indah.

Adnan menilai pengalaman dari pertemuan sebelumnya sangat membantu. “Kami belajar banyak dari kekalahan lalu. Kami jadi tahu apa yang harus diperbaiki dan bagaimana mengantisipasi permainan mereka. Ditambah dukungan penonton di Istora, rasanya energi kami bertambah,” ujarnya.

Atmosfer Istora GBK menjadi faktor non-teknis yang diakui kedua pasangan memberi dampak besar. Dukungan ribuan penonton membuat para pemain tuan rumah semakin termotivasi, meski tetap harus mampu mengendalikan emosi di lapangan.

“Main di Istora selalu punya tantangan sendiri. Dukungan penonton itu luar biasa, tapi kami juga harus bisa mengontrol diri supaya tidak terlalu terbawa suasana,” kata Felisha.

Baik Jafar/Felisha maupun Adnan/Indah sama-sama menegaskan fokus mereka ke depan adalah mengurangi kesalahan sendiri dan meningkatkan konsistensi permainan. Jafar/Felisha bahkan tak menutup ambisi untuk meraih gelar juara di turnamen ini, sementara Adnan/Indah memilih realistis dengan menargetkan podium dan menjalani pertandingan selangkah demi selangkah.

Daihatsu Indonesia Masters 2026 sendiri tak hanya menghadirkan persaingan bulutangkis kelas dunia, tetapi juga menyuguhkan atmosfer meriah khas Istora dengan konsep hiburan bagi penonton, menjadikan turnamen ini kembali terasa sebagai panggung besar bulutangkis Indonesia.

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru