Digelar sejak Oktober tahun lalu, liga sepak bola putri U-15 dan U-18 Hydroplus Soccer League mulai memasuki pekan terakhir. Di Bandung, Mojang Priangan (U-15) dan Akademi Persib Bandung (U-18) menjadi juara dalam pertandingan penutup di Pusdikpom, Cimahi, Jawa Barat, Sabtu (16/5).
Tak hanya Bandung liga yang digagas oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation ini diselenggarakan di tiga kota lainnya yaitu Jakarta, Surabaya dan Kudus.
Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, menuturkan kompetisi ini merupakan tahap lanjutan bagi para pesepak bola putri potensial mendapatkan pengalaman bertanding rutin guna mengasah kemampuan dan keterampilan mengolah si kulit bundar. Kehadiran liga ini juga menjadi ruang kompetitif dan terstruktur bagi para pemain muda perempuan agar terus berkembang dalam meniti karier di dunia sepak bola profesional.
“Setelah mereka mulai mencintai sepak bola melalui MilkLife Soccer Challenge, di usia yang lebih tinggi kami menyelenggarakan HYDROPLUS Soccer League yang bertujuan mewadahi bakat dan potensi atlet putri yang ingin lebih serius menekuni sepak bola melalui pertandingan dengan sistem liga. Sehingga di setiap minggunya para atlet dapat mengasah dan mengevaluasi kemampuan untuk tampil lebih baik lagi,” ucap Teddy.
Liga ini juga penting untuk para atlet karena dapat menjadi jembatan bagi pesepakbola putri sebelum mereka masuk ke level senior. “Saat ini, HYDROPLUS Soccer League menjadi satu-satunya liga sepak bola putri U-15 dan U-18 yang bergulir di Indonesia. Sehingga liga ini diharapkan dapat menjadi talent pool bagi klub-klub elit yang ingin membentuk tim sepak bola putri dan juga bagi federasi yang mencari sosok potensial untuk mengisi skuad tim nasional,” Teddy menjelaskan.
Senada dengan hal tersebut, Pelatih Kepala Timnas Putri Indonesia, Satoru Mochizuki, yang memboyong serta skuad Timnas Putri Senior untuk menyaksikan pekan terakhir HYDROPLUS Soccer League Bandung mengatakan liga ini merupakan wadah sangat penting dalam pertumbuhan sepak bola putri di Indonesia. Sebab para pemain mendapatkan jam terbang dan mengasah kemampuannya saat bertanding di atas lapangan. Pengalaman inilah yang bisa memberikan dampak positif untuk kepentingan Timnas Putri Indonesia di masa mendatang.
“Saya sangat terbantu karena kehadiran HYDROPLUS Soccer League penting untuk perkembangan ekosistem sepak bola Indonesia. Saya berharap program ini terus digalakan agar bisa lebih baik kedepannya. Dari ribuan atlet yang bertanding kami melihat banyak bakat potensial yang muncul. Tentunya kami akan memantau lebih lanjut perkembangan mereka dan semoga kelak dapat mengisi skuad Timnas Indonesia di masa mendatang,” tandas Satoru Mochizuki.
Tanggapan positif terhadap gelaran HYDROPLUS Soccer League juga datang dari Kapten Timnas Putri Indonesia, Shafira Ika Putri kartini. Ia merasa puas melihat aksi-aksi pemain yang bertanding karena sudah memiliki kemampuan permainan cukup baik. Bahkan, Shafira melihat ada beberapa pemain yang sudah di atas rata-rata dan layak masuk ke Timnas Indonesia.
“Saat saya waktu berusia 15 dan 18 tahun, belum ada liga dan kompetisi seperti ini. Ketika itu jika ingin latihan harus bermain bersama tim-tim putra, tapi zaman sekarang sudah berbeda dan senang juga melihat sepak bola putri di Indonesia semakin maju. Semoga ke depannya sepak bola putri semakin berkembang dan bisa membanggakan Indonesia,” ucap Shafira.
Beberapa bakat yang mencuri perhatian sepanjang gelaran HYDROPLUS Soccer League di Bandung ialah Amanda Fitriani dan Kazumi Zalfa Arrobi Nurlan. Keduanya merupakan pemain andalan tim Goal Aksis yang juga jebolan dari MilkLife Soccer Challenge Bandung. Performa impresif keduanya membawa Amanda dan Kazumi dipilih oleh pelatih Timnas Putri Indonesia U-17 Timo Scheunemann mengikuti Training Camp di Clairefontaine, Prancis.
Selain Amanda dan Kazumi, HYDROPLUS Soccer League juga melahirkan talenta-talenta muda lainnya yang terus berkembang, salah satunya adalah Nafeeza Ayasha Nori. Pemain yang aktif berkompetisi bersama tim Mojang Priangan itu bahkan ketika berusia 14 tahun pernah dipercaya memperkuat tim Filipina, Makati FC.
Usai memenangi gelar HYDROPLUS Soccer League Bandung, Mojang Priangan dan Akademi Persib Bandung meraih tiket untuk berlaga di HYDROPLUS Soccer League All-Stars yang akan dihelat di Kudus pada Juli 2026. Ajang tersebut akan mempertemukan juara dan runner up U-15 dan U-18 dari empat kota penyelenggaraan yakni Surabaya, Jakarta, dan Kudus.

