Sabtu, Februari 28, 2026
BerandaRAKETAturan Baru BWF Tak Pengaruhi Performa Fajar/Fikri di Indonesia Masters 2026

Aturan Baru BWF Tak Pengaruhi Performa Fajar/Fikri di Indonesia Masters 2026

Penerapan aturan baru dari Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) mengenai batas waktu servis selama 25 detik menjadi topik hangat dalam gelaran Indonesia Masters 2026. Aturan ini masih dalam tahap uji coba dan bertujuan menjaga jalannya pertandingan tetap cepat serta atraktif.

Meski demikian, perhatian terhadap regulasi anyar tersebut tidak memengaruhi performa pasangan ganda putra Indonesia, Fajar Alfian/Moh Shohibul Fikri. Keduanya justru tampil lepas dan percaya diri sepanjang pertandingan.

Berlaga pada babak pertama atau 32 besar di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (20/1/2026), Fajar/Fikri menunjukkan dominasi penuh saat menghadapi wakil Taiwan, Chen Zhi Ray/Lin Yu Chieh. Mereka meraih kemenangan straight game dengan skor meyakinkan 21-16 dan 21-10.

BWF mulai menerapkan uji coba aturan servis maksimal 25 detik setelah reli berakhir pada turnamen ini. Kebijakan tersebut dirancang untuk menjaga efektivitas serta ritme pertandingan tanpa menghilangkan karakter permainan bulu tangkis.

Namun, kekhawatiran soal adaptasi pemain terhadap aturan baru ini tidak dirasakan Fajar/Fikri. Fikri mengungkapkan bahwa selama pertandingan, regulasi tersebut hampir tidak terasa dan permainan tetap mengalir seperti biasa.

“Rasanya seperti main normal saja, belum terlalu terasa ada perbedaan. Kami juga belum benar-benar paham karena tadi belum ada teguran dari wasit,” ujar Fikri.

Fajar Alfian pun merasakan hal serupa. Ia mengaku sempat kebingungan di awal pertandingan karena belum terbiasa melihat indikator waktu servis yang ditampilkan pada papan skor. Meski begitu, hal tersebut tidak mengganggu fokusnya saat bermain.

“Sempat bingung karena sebelumnya tidak tahu ada indikator waktu. Baru sadar ternyata hitungan 25 detik itu muncul di live score. Soalnya saya tidak sempat melihat pertandingan sebelumnya,” kata Fajar.

Menurut Fajar, permainan ganda putra memang identik dengan tempo cepat. Baik reli pendek maupun panjang sudah menjadi kebiasaan, sehingga jeda antar poin jarang terasa lama. Karena itu, aturan 25 detik dinilainya tidak menjadi hambatan berarti.

Aturan ini masih dalam tahap uji coba dan diterapkan di beberapa turnamen internasional. Pemain tetap diperbolehkan melakukan aktivitas singkat seperti minum, menyeka keringat, atau memperbaiki perlengkapan, namun penerima servis tetap dituntut siap agar tempo pertandingan terjaga.

Kemenangan tersebut memastikan langkah Fajar/Fikri ke babak 16 besar Indonesia Masters 2026. Pada laga berikutnya, mereka akan menghadapi sesama wakil Indonesia, Leonardo Rolly Carnando/Bagas Maulana, pada Rabu (22/1).

Artikel Terkait

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Paling Populer

Komentar Terbaru