Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi harus puas keluar sebagai runner up dalam gelaran Caffino Srikandi Merdeka Cup. Dalam laga final yang diselenggarakan di Supersoccer Arena, Kudus, Jawa Tengah, Minggu (23/8) skuad asuhan Timo Scheunemann itu takluk 0-1 atas Timnas Putri U-16 Thailand.
Sejatinya, dalam turnamen yang diinisasi oleh Bakti Olahraga Djarum Foundation tersebut, Garuda Pertiwi tampil trengginas sejak fase grup dengan catatan selalu menang dan tidak pernah kebobolan satu gol pun.
Di partai final, Pelatih Timnas Putri U-16 Indonesia Garuda Pertiwi, Timo Scheunemann memastikan anak asuhnya sudah memberikan perlawanan terbaik pada Thailand yang menjadi salah satu kekuatan besar sepak bola putri di Asia.
Terlebih, secara statistik pertandingan, Garuda Pertiwi juga unggul dalam penguasaan bola. Meski belum bisa mengangkat trofi bergengsi, Timo menilai jika Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino sudah membangun fondasi yang kokoh untuk kemajuan sepak bola putri Indonesia di masa depan.
“Pemain sudah berjuang. Butuh mental yang luar biasa malam ini, butuh jiwa pejuang, dan itu mereka tunjukkan saat lawan Thailand. Jadi walaupun capek, mereka berjuang, mereka sudah kasih 100 persen. Mentalitasnya luar biasa. Tadi banyak sekali pelanggaran dan mereka tanggapi dengan sangat baik sehingga kita dapat (penghargaan) tim fair play. Jadi saya juga respek sama mereka mentalitasnya udah oke banget. Saya rasa akan ada banyak pemain yang bisa tembus ke timnas senior asal mereka terus mengembangkan performa sama sikap di dalam maupun di luar lapangan. Saya ingin mereka kalau sudah ke senior bisa jauh lebih baik daripada yang ada sekarang,” ungkap Coach Timo.
Sementara itu, Business Unit Head Coffee & Confectionary PT Savoria, Representatif Caffino, Soegiono memberikan pandangan positif terhadap penyelenggaraan Caffino Srikandi Merdeka Cup 2026 yang berlangsung pada 14 hingga 23 Agustus 2026. Menurutnya, turnamen yang melibatkan tujuh negara Asia ini menjadi momentum penting guna mengukur kemampuan srikandi-srikandi muda Indonesia di panggung internasional.
Untuk itu, ia berharap meski gelaran Srikandi Merdeka Cup telah berakhir, semangat para pesepakbola putri Indonesia untuk berkembang dan mengasah kemampuan harus tetap membara. Sehingga, dapat menorehkan prestasi yang lebih tinggi di masa mendatang.
“Caffino Srikandi Merdeka Cup diharapkan menjadi momentum penting dalam perkembangan sepak bola wanita di Indonesia. Selama 10 hari penyelenggaraan, srikandi-srikandi muda Indonesia tidak hanya berjuang membela Indonesia, tapi juga mengukur diri ketika melawan tim-tim negara asing. Kami berharap, tidak hanya jam terbang yang bertambah, tapi juga kemampuan dan dan kemauan untuk berkembang sehingga di masa depan mereka dapat membanggakan Indonesia di panggung dunia,” tutur Soegiono.
Di sisi lain, anggota Exco PSSI, Vivin Cahyani, menyatakan kepuasan atas suksesnya Caffino Srikandi Merdeka Cup. Ia juga memuji mental dan keberanian pemain muda U-16 Indonesia yang tidak gentar menghadapi tim kuat seperti yang ditunjukkan dalam laga final melawan Thailand. Baginya, ajang ini berhasil memperluas talent pool demi kejayaan Timnas Putri di masa depan.
“Peningkatan kualitas mental terlihat jelas ketika para srikandi muda melangkah ke lapangan tanpa rasa gugup saat bertemu dengan negara-negara raksasa Asia. Keberhasilan Bakti Olahraga Djarum Foundation dengan Women Soccer Trilogy meracik program pembinaan berjenjang lewat pemusatan latihan dan kesempatan berlatih dan bertanding dengan lawan-laan bertaraf internasional terbukti mampu mengakselerasi mental tanding mereka,” ujarnya.
Lebih lanjut, kesuksesan penyelenggaraan Srikandi Merdeka Cup persembahan Caffino juga disebut menjadi babak baru yang membanggakan bagi ekosistem sepak bola putri nasional. PSSI menilai performa dua skuad muda Indonesia yang diwakili Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara memberi harapan tentang regenerasi skuad timnas senior di masa depan.
“Turnamen ini adalah awal, bukan akhir. Saya sangat berharap anak-anak ini tidak cepat puas, terus disiplin berlatih, dan konsisten mengembangkan kemampuan mereka di klub maupun akademi. Bakat besar mereka harus terus diasah karena jalan mereka masih panjang, dan mereka adalah fondasi utama yang akan kita siapkan untuk menjadi punggawa andalan Timnas Putri Indonesia di masa depan,” lanjutnya.
Sementara itu, Program Director Caffino Srikandi Merdeka Cup, Teddy Tjahjono bersyukur atas suksesnya penyelenggaraan turnamen yang melibatkan tujuh negara Asia ini. Ia berterima kasih atas dukungan masyarakat Kudus yang sejak hari pertama turnamen menunjukkan antusiasme yang luar biasa.
“Caffino Srikandi Merdeka Cup ini adalah puncak dari trilogi Women Soccer yang memang kita sudah rencanakan, dimulai dari MilkLife Soccer Challenge, kemudian dilanjutkan dengan Hydroplus Soccer League, dan puncaknya adalah turnamen internasional Caffino Srikandi Merdeka Cup. Kami berterima kasih kepada dukungan masyarakat yang selalu memenuhi tribun penonton. Kami juga meminta maaf karena kapasitas stadion yang tidak cukup menampung antusiasme masyarakat yang sangat tinggi,” kata Teddy.
Selain tingginya animo masyarakat, ia juga berharap Caffino Srikandi Merdeka Cup dapat menjadi momentum penting bagi keberlangsungan pembinaan dan pengembangan bakat-bakat muda sepak bola putri di Indonesia.
“Kami juga melihat Timnas Indonesia yang Garuda Pertiwi dan Putri Nusantara, telah menunjukkan kemampuan yang sangat baik. Kami harapkan mereka-mereka ini yang nantinya akan menjadi tulang punggung bagi timnas senior putri Indonesia. Jadi kami sangat optimistis bahwa apa yang sudah dilakukan mulai dari MilkLife Soccer Challenge dengan Hydroplus Soccer League, ini akan menjadi suatu pondasi yang kuat untuk timnas senior putri di Indonesia,” ujar Teddy.
Sebagai langkah konkret kelanjutan program yang sudah terbangun, dalam waktu dekat akan kembali bergulir MilkLife Soccer Challenge di 15 kota mulai awal September hingga akhir tahun 2026 ini.

