Enam bulan kompetisi berjalan, ratusan pertandingan dimainkan, dan puluhan pemain muda menunjukkan kemampuannya. HYDROPLUS Soccer League 2025/2026 bukan hanya melahirkan juara regional, tetapi juga memperlihatkan bagaimana pembinaan sepak bola putri Indonesia mulai bergerak ke arah yang lebih menjanjikan.
Regional Jakarta yang menjadi seri penutup musim menghadirkan persaingan sengit sejak Oktober tahun lalu. Sebanyak 16 tim di kategori U-15 dan 10 tim U-18 saling berebut posisi terbaik hingga pekan terakhir. Pada akhirnya, Cipta Cendikia Football Academy keluar sebagai juara U-15 dengan raihan 90 poin, sedangkan Putri JP Jakarta menjadi kampiun U-18 dengan koleksi 54 poin. Keduanya mencatatkan prestasi istimewa karena mampu menyelesaikan kompetisi tanpa kekalahan.
Di balik pencapaian tersebut, ada hal yang lebih penting dari sekadar trofi. Kompetisi yang berlangsung dalam format liga memberi kesempatan bagi para pemain untuk merasakan ritme pertandingan yang konsisten, sesuatu yang selama ini masih terbatas dalam sepak bola putri Indonesia.
Program Director HYDROPLUS Soccer League, Teddy Tjahjono, melihat perkembangan peserta cukup signifikan sepanjang musim. Menurutnya, intensitas latihan dan pertandingan yang berlangsung setiap pekan membuat kualitas permainan para atlet meningkat dari waktu ke waktu.
“Kami berupaya menghadirkan jalur pembinaan yang jelas bagi atlet putri. Harapannya para pemain mendapatkan pengalaman kompetitif yang berjenjang sehingga mampu mengembangkan bakat dan kemampuan mereka secara optimal. Sinergi yang baik antara seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci penting dalam membangun ekosistem sepak bola putri yang kuat. Semoga kerja sama yang telah terjalin dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak atlet putri Indonesia yang berkembang dan mampu berprestasi di level yang lebih tinggi,” ujar Teddy.
Jakarta sendiri menjadi regional dengan jumlah peserta terbanyak dibanding Surabaya, Bandung, dan Kudus. Banyaknya tim yang berpartisipasi menjadi sinyal positif bahwa minat terhadap sepak bola putri terus tumbuh, baik dari sisi pemain, pelatih, maupun orang tua yang mendukung perjalanan mereka.
Perkembangan tersebut juga mendapat perhatian dari PSSI. Exco PSSI, Vivin Cahyani Sungkono, menilai kompetisi seperti HYDROPLUS Soccer League memiliki peran penting dalam memperluas pilihan pemain untuk tim nasional. Dengan format liga yang berlangsung dalam jangka panjang, para pemain memiliki lebih banyak kesempatan menunjukkan kemampuan mereka secara konsisten.
Dampaknya sudah mulai terlihat. Beberapa pemain yang tampil di kompetisi ini telah masuk pemantauan dan bergabung dengan tim nasional kelompok usia. Kehadiran kompetisi yang berkelanjutan membuat proses pencarian bakat menjadi lebih efektif dibanding hanya mengandalkan turnamen singkat.
Di lapangan, sejumlah nama mulai mencuri perhatian. Penyerang Cipta Cendikia Football Academy, Albianca Raula, tampil tajam dengan torehan 38 gol untuk mengakhiri musim sebagai top scorer U-15. Sementara di kategori U-18, Aurellia Anindya Tawaris dari Putri JP Jakarta menjadi pencetak gol terbanyak dengan koleksi 34 gol.
Nama-nama tersebut hanyalah sebagian dari talenta muda yang muncul sepanjang kompetisi musim ini. Dari Surabaya, Bandung, Kudus, hingga Jakarta, semakin banyak pemain putri yang mendapatkan ruang untuk berkembang dan mengasah kemampuan mereka dalam atmosfer kompetitif.
Perjalanan mereka belum selesai. Para juara dan runner-up dari empat regional akan kembali bertemu pada HYDROPLUS Soccer League All-Stars 2025/2026 di Kudus pada Juli mendatang. Bagi banyak pemain, ajang itu bukan sekadar kesempatan meraih gelar nasional, tetapi juga panggung untuk menunjukkan bahwa mereka layak menjadi bagian dari masa depan sepak bola putri Indonesia.

